
Bandar Lampung,22 Febuari 2022,Swara Garda. Masih hangat isu tentang Skandal pelecehan Salah satu anggota dewan Provinsi Lampung Fs dengan seorang wanita muda sebut saja Feni Ardila disebuah cafe di Bandar Lampung. Sontak isu ini membuat geger masyarakat di kota ini. Namun menjadi ambigu setelah klarifikasi Feni beberapa saat yang lalu, ternyata hal ini makin menimbulkan pertanyaan publik yang makin kencang, ada apa ya?….
Ditemui di Polda Lampung, Senin 21 Febuari 2022, seorang Aktivis,politisi dan sekaligus tokoh Perempuan muda dikira Bandar Lampung , yakni Irza Dewi Sartika. Irza bermaksud melaporkan sekaligus ingin tahu fakta kebenaran kasus pelecehan yang melibatkan seorang toko seperti FS, apakah benar atau fitnah. Kalau benar ini merupakan reputasi buruk bagi seorang legislator seperti FS sekaligus tamparan buat lembaga tinggi sekelas DPRD dan Partai Pengusungnya yakni Nasdem, kalau fitnah ada kepentingan apakah si Feni mefitnah FS, apa ada kepentingan politik dibelakanganya, siapakah Feni ujar Irza kepada awak media.
Hari ini saya sedikit kecewa karena saya sebagai masyarakat ingin melaporkan keresahan ini,tapi laporan saya ditolak oleh Polda, tapi saya tetap terus berjuang untuk mengetahui fakta sebenarnya, ujar Irza. Saya ingin masyarakat tahu kebenaran dari kasus ini, biar jelas, siapa yang salah siapa yang benar, atau ada intrik dan permainan politik dalam kasus ini.
Saya sebagai aktivis dan tokoh perempuan, awalnya prihatin dengan kasus pelecehan ini. Tapi hari ini saya dan masyarakat dipertontonkan dengan kebingungan, mengapa ?, Belum sampai hitungan bulan Feni mengkonfirmasi bahwa dia tidak dilecehkan oleh FS, dan tidak benar FS melecehkan. “Wajar saya menduga ini ada apa-apanya” ujar Irza.
Bisa jadi Feni sudah dapat uang tutup mulut, bisa jadi ya…namanya ngeduga, sahkan, toh negara kitakan negara yang menganut asas praduga tak bersalah…atau ini ada udang dibalik batu. Ini tujuan saya kepolda, supaya diselidiki kebenarannya, masyarakat resah Loh, jangan polisi diam aja, apa lagi main tolak laporan. Kalau ada indikasi suap menyuap atau yang lainya makin bahaya kalau dibiarkan, masyarakat butuh diusut tuntas kasus FS dan Feni ini.
Jangan menjadi bola liar, dan terkesan polisi ikut ambil bagian dalam kasus ini juga, saya mendukung pak polisi terutama pak kapolda dalam pengusutan kasus ini, biar terang benderang. Biar masyarakat tidak menjadi resah atas kasus ini, apalagi melibatkan tokoh publik.
Lembaga DPRD Lampung pun, semestinya respon juga, kalau kasus ini benar bikin reputasi lembaga bisa tidak baik, ujar irza kepada awak media. Panggil Fs untuk klarifikasi depan publik, atau melakukan pembuktian secara hukum. Kalau sudah ada ketetapan hukum yang jelas, masyarakat tidak resah atas kasus ini. Kalau Feni yang salah cepat proses begitupun kalau FS yang salah segera proses. Jangan sampai publik menduga yang tidak-tidak,karena masyarakat butuh informasi yang benar, tutup Irza. (Macho)